Senin, 22 Februari 2010

pertemuan ke3

jawaban :

1.Hampir setiap orang mempunyai sisi yang dominan. Pada umunya orang lebih biasa menggunakan tangan kanan (dominasi belahan otak kiri), tetapi ada sebagian orang kidal (dominan otak kanan). Terdapat “dichotomia” yang membagi fungsi mentala menjadi fungsi belahan otak kanan dan belahan otak kiri.

2.Kedua belahan otak sama pentingnya. Orang yang memanfaatkan kedua belahan otak ini juga cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupan mereka.Penemuan Ornstein ini memiliki makna khusus karena kebanyakan orangtua beranggapan bahwa anaknya pintar jika mereka pandai berhitung, membaca dan menulis. Anak yang pandai dalam urusan seni dianggap tidak intelek, bodoh, dan tidak ilmiah. Aggapan ini keliru.Pendidikan di Indonesia seakan-akan lebih menitikberatkan pada fungsi otak kiri. Para siswa dituntut harus pintar dalam ilmu berhitung, membaca dan menulis.

3.Mengungkapkan bahwa proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linear, dan rasional. Otak kiri berdasarkan realitas mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara berpikir sesuai untuk tugas-tugas teratur, ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi audiotorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Untuk belahan otak kanan cara berpikirnya bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang, kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi.

4.Melakukan terapi dengan cara angkat beban yang dilakukan oleh tangan kiri, kaki kiri, dan mendengarkan musik jazz dan berdoa kepada tuhan YME.