Selasa, 20 Maret 2012

BEHAVIOR THERAPY (2)

Flooding & Implosive Therapy (Terapi Implosif & Pembanjiran)
• Peristiwa penghapusan (extinction) dimana individu secara berulang2 dipaksa dihadapkan pada suatu stimulus terkondisi (penghasil kecemasan)
individu dipaksa berada dalam situasi yang mencemaskan & merasakan keseluruhan rasa cemas atau takut, tidak diperkenankan menghindar/melarikan diri dari keadaan tersebut
• terapis memunculkan stimulus2 penghasil kecemasan
klien membayangkan situasi --- terapis berusaha mempertahankan kecemasan klien
• jika seseorang secara berulang2 dihadapkan pada suatu situasi penghasil kecemasan, maka kecemasan akan tereduksi/terhapus
suatu metode langsung yang menantang pasien “untuk menatap mimpi buruknya”

Gradual Habituation = in vivo tp GH tidak menggunakan proses relaksasi
• penunjukkan secara bertahap (graduated exposure) kepada individu, benda atau hewan yang ditakuti.
• Untuk mengatasi ketakutan/kecemasan diciptakan respon yang melawan kecemasan secara bertahap, dimana taraf intensitas atau jarak dari stimulus yang menakutkan lambat laun ditambah (konsep mengabaikan)
• Penderita fobia mis. bisa diberikan hirarki stimulus dari yang tidak menyerupai s/d yang sangat menyerupai (mis : kucing ?). nantinya diharapkan terjadi generalisasi

Pelatihan Asertif
• diterapkan pada situasi interpersonal : individu mengalami kesulitan untuk menyatakan / menegaskan diri (menganggap hal tersebut tindakan tidak layak)
• membantu individu yang : mengalami kesulitan untuk mengungkapkan rasa marah, tersinggung, atau afeksi positif, sopan berlebihan & membiarkan orang lain yang dominan, kesulitan mengatakan “tidak”, merasa tidak punya hak untuk memiliki perasaan2 & pikiran2 sendiri.
• Teknik :
Role play, modeling, reinforcement, group session, relaksasi,

Terapi Aversif (hukuman)
• adanya pengasosiasian tingkah laku simtomatik dengan suatu stimulus yang menyakitkan --- tingkah laku yang tidak diinginkan terhambat kemunculannya.
• Berupa hukuman : kejutan listrik, ramuan mual, pengucilan, pemecatan, penangguhan, denda, penjara,
• Untuk tingkah laku maladaptive : alcohol (AA), ketergantungan obat, merokok, obsesi kompulsi, homoseksual & gangguan seksual.
• Klien perlu mengetahui bahwa konsekuensi2 aversif diasosiasikan hanya dengan tingkah laku maladatif yang spesifik.


OPERANT CONDITIONING

• percobaan ?
Skinner’s box : tikus diletakkan dlm box, mencari jln keluar tanpa sengaja menginjak pedal, terbuka lalu keluar makanan. Proses pemb: kl sy mau sesuatu, sy hrs melakukan sesuatu (reinforcement).
Merah (berhenti), kuning (siap2), hijau (jalan) proses pemb. asosiasi
• konsep-konsep : extinction, generalization, discrimination,
Bentuk :
Pembentukan Respon (Shaping)
Paling efektif buat anak2 & kapasitas terbatas (MR)
• Pengembangan respon yang tadinya tidak ada dalam perbendaharaan tingkah laku seseorang à membentuk tingkah laku
• Tingkah laku secara bertahap diubah dengan memperkuat unsur2 kecil dari tingkah laku baru yang diinginkan, secara berturut2 sampai mendekati tingkah laku akhir.
• Reinforcement sering digunakan dalam proses ini

Perkuatan Positif (Positive Reinforcement)
• pembentukan suatu pola tingkah laku dengan memberikan ganjaran /perkuatan segera setelah tingkah laku yang diharapkan muncul ---- individu belajar, tingkah laku spesifik apa yang diberi reward
• efektif dilakukan pada tahap2 permulaan pembentukan perilaku
• reinforcement :
primer (kebutuhan fisiologis) & sekunder (kebutuhan psikologis & sosial

Perkuatan Intermitten (Intermitten Reinforcement)
• reinforcement diberikan secara bervariasi kepada tingkah laku yang spesifik --- jadual2 reinforcement harus diperhatikan
• tingkah laku lebih tahan terhadap extinction dibandingkan dengan teknik perkuatan positif
• untuk membentuk & memelihara tingkah laku yang telah terbentuk

Penghapusan (Extinction)
• jika respon terus menerus dibuat tapi tanpa reinforcement, respon akan cenderung menghilang ---- pola yang sudah dipelajari menghilang/melemah
• teknik :
• memberikan punishment, menarik reinforcement, mengabaikan, pemberian positive reinforcement
• diberikan serentak
pada tahap awal, tingkah laku laku yang tidak diinginkan mungkin akan menjadi lebih buruk, sebelum akhirnya berkurang/ terhapus

Token Ekonomi
• tingkah laku yang diinginkan diperkuat dengan reinforcement dalam bentuk “tanda” (mis : kepingan), yang nantinya dapat ditukar dengan objek2 atau hak istimewa yang diinginkan.
• Merupakan reinforcement yang sifatnya ekstrinsik -- menjadikan orang2 berperilaku utk meraih sesuatu nantinya.
Tingkah laku yang muncul nantinya diharapkan dengan sendirinya akan menjadi kebiasaan & dapat dipelihara.

MODELLING
• percobaan ?
• individu mengamati model & diperkuat untuk mencontoh tingkah laku model.
• Bandura :
Hasil belajar dapat diperoleh melalui pengalaman langsung maupun tidak langsung (dengan mengamati tingkah laku orang lain berikut konsekuensi2nya – positif / negatif)
• Untuk kecakapan sosial, mengubah reaksi emosional, pengendalian diri, dsb
Status & prestise model akan sangat berpengaruh
BEHAVIOR THERAPY

• Penerapan berbagai macam/teknik modifikasi perilaku untuk treatmen terhadap masalah-masalah klinis, yang didasarkan pada teori belajar (behaviorism)
• Ciri Behavior Therapy (BT) :
menekankan pada tingkah laku yang dapat didefinisikan secara operasional, dapat diamati (observable) dan diukur (measurable)
perlu pengamatan yang cermat terhadap tingkah laku klien
▫ Ada kecermatan dalam menguraikan tujuan treatment ---> spesifik
▫ Perumusan prosedur treatment yang spesifik sesuai masalahnya ---> memilih teknik yang paling sesuai untuk mencapai tujuan
▫ Penafsiran secara objektif tentang hasil terapi ---> keberhasilan dapat dievaluasi

• Tujuan Umum :
Menciptakan kondisi baru bagi proses belajar
semua perilaku adalah hasil dari
proses belajar

• Tujuan khusus :
▫ memperoleh perilaku baru yang adaptif
▫ membuang perilaku yang tidak adaptif
▫ memperkuat & mempertahankan perilaku yang diinginkan

Fungsi & peran terapis
• Trainer --- (melatih klien dengan menerapkan metode2/treatment tertentu), guru, pengarah & ahli dalam diagnosis tingkah laku maladaptif, ahli dalam menentukan prosedur-prosedur penyembuhan yang diharapkan, mengarahkan klien pada perilaku baru yang lebih adaptif
• menuntut adanya skill dari terapis, sensitivitas, & ketajaman dlm analisis klinis

Faktor utama dalam terapi : motivasi klien.
▫ Klien juga aktif dalam pemilihan/penentuan tujuan,
▫ Kesediaan untuk mengerjakan tugas2 yang diberikan, bersedia bekerjasama dalam melakukan aktivitas terapeutik
▫ Ketidakmauan untuk berubah, kurangnya motivasi, tidak ada kerjasama ---> kegagalan treatmen pada behavior therapy.
• The therapeutic relationship
pentingnya hubungan terapeutikbaik dari pasien maupun terapis

ASSESSMENT & IDENTIFIKASI MASALAH
Metode antara lain :
• interview – 5w + 1H
• self report – pikiran, fantasi, perasaan
• guided imagery – klien membayangkan suatu situasi/peristiwa & menceritakan pikiran2 yang muncul ---> diketahui reaksi klien terhadap suatu situasi/menghadapi problematic life situation
• Roleplaying – roleplay a situation
• Physiologycal Recording
• Monitoring psychophysiological reaction
• self monitoring
• mencatat keseharian – situasi2 & reaksi psikologis
• behavioral observation (da prosedur yang baku, bisa melatih orang tua, guru, perawat dsb
• angket dan tes psikologi

TEKNIK-TEKNIK TERAPI
• Classical Conditioning
• Operant Conditioning
• Modelling
CLASSICAL CONDITIONING
• percobaan ?
• konsep-konsep : extinction, generalization, discrimination,
Desensitisasi Sistematik
• untuk menghapus tingkah laku yang diperkuat secara negatif
• menyertakan pemunculan tingkah laku / respon yg berlawanan dg tingkah laku yg akan dihapus
• penggantian stimulus -> stimulus penghasil kecemasan dilemahkan -> gejala kecemasan dikendalikan & dihapus
• melibatkan teknik relaksasi
• mengembangkan respon fisiologis yang bertentangan dengan kecemasan, yang secara sistematis diasosiasikan dengan aspek2 dari situasi yang mengancam
• urutan :
Menyusun hirarki kecemasan/ketakutan
▫ Menyusun daftar yang bertingkat mengenai situasi2 yang kemunculannya akan meningkatkan taraf kecemasan / penghindaran & membuat kartu situasi
Latihan relaksasi
• relaksasi otot : latihan kontraksi & pengenduran otot-otot yang berbeda -> santai/tenang
• memikirkan/membayangkan situasi2 yg membuat tenang/damai
Proses desensitisasi
• Mempraktekan, dimulai dari kecemasan pada taraf paling rendah --- membayangkan – cemas/tegang - relaksasi.
• dibantu oleh terapis, dicoba praktek sendiri

• Ada 3 penyebab kegagalan (Wolpe):
kesulitan dalam relaksasi (komunikasi K-T, hambatan pada diri klien)
tingkatan tidak “pas” – penanganan tingkatan juga keliru
ketidakmemadaian dlm membayangkan
• Desensitisasi dapat dilaksanakan dengan cara :
• Imaginery /imaginal : membayangkan
• in vivo : diperlihatkan / dihadapkan pada stimulus yang sesungguhnya

Rabu, 07 Maret 2012

Psikoterapi menurut saya :)

Menurut saya, berdasarkan pembelajaran di kelas dan membaca beberapa buku, dapat disimpulkan bahwa psikoterapi adalah proses untuk menyembuhkan dan menangani masalah seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Ada banyak masalah yang sering ditemukan, contohnya seperti masalah dengan atasan di kantor, masalah dengan suami atau pasangan, bahkan masalah dengan diri sendiri seperti masalah keuangan.
Masalah di atas dapat mengakibatkan seseorang mengalami sakit hati, emosi dan juga dendam. Disaat ini lah terapi dapat dipergunakan.
Orang yang biasa memberi terapi dinamakan terapis.
Psikoterapi fokus untuk memecahkan masalah dan menitik beratkan tujuan yang diidamkan oleh klien. Klien yang datang ke terapis biasanya juga diberikan obat-obatan.
Masalah klien akan mudah terpecahkan asalkan klien dapat bekerjasama dengan terapis dan bertekad sungguh-sungguh untuk berubah menuju hal yang lebih baik.

Apasih Psikoterapi?

Psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang.
Pengertian
Psyche : mind atau jiwa Therapy : merawat, mengobati, menyembuhkan

Ciri psikoterapi :  pribadi yang positif atau optimal (afektif, kognitif, perilaku atau kebiasaan) 3. Tindakan, berdasar : ilmu (teori), teknik, skill yang formal - assessment (data yang diperoleh melalui proses assessment, wawancara, observasi, tes, dsb) 1. Proses : Interaksi 2 pihak, formal, profesional, legal, etis 2. Tujuan : Perubahan kondisi psikologis individu.

Tujuan terapi (Korchin) : 1. memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar 2. mengurangi tekanan emosional 3. mengembangkan potensi klien 4. mengubah kebiasaan 5. memodifikasi struktur kognisi 6. memperoleh pengetahuan tentang diri 7. mengembangkan kemampuan berkomunikasi & hubungan interpersonal 8. meningkatkan kemampuan mengambil keputusan 9. mengubah kondisi fisik 10. mengubah kesadaran diri 11. mengubah lingkungan sosial.

Dasar psikoterapi : Manusia pada dasarnya bisa dan mungkin untuk dipengaruhi / diubah melalui intervensi psikologi yang direncanakan

Terapi akan efektif jika : Adanya pemulihan dalam hubungan interpersonal - adanya keterampilan coping yang lebih baik - pertumbuhan personal

Sejarah Psikoterapi :  upaya mengusir roh jahat dengan cara tidak manusiawi (mengisolasi, mengikat, memasung) Psikoterapi berawal dari upaya menyembuhkan pasien yang menderita penyakit jiwa - berabad-abad yang lalu orientasi mistik - mendirikan asylum - Anton Mesmer Mempergunakan teknik hypnosis, memukul) - Philipe Pinel Melakukan pendekatan bersifat manusiawi, yang berorientasi kasih sayang (love oriented approach) dan sugesti, teknik hypnosis kemudian digunakan oleh Jean Martin Charcot - Paul Dubois Merumuskan dan menekankan peranan penting teknik berbicara (speech technique, talking cure) yang digunakan kepada pasien. Paul Dubois tercatat sebagai “The First Psychotherapiest” - Joseph Breuer (senior dari Sigmund Freud) dan Sigmund Freud - menggunakan teknik hypnosis dan cikal bakal lahirnya psikoanalisis) talking cure dilakukan terhadap pasien dalam keadaan sadar (talking cure dilakukan terhadap pasien dalam keadaan hypnosis - Pada Sigmund Freud teknik berbicara dalam upaya menyembuhkan pasien histeria - Pada Breuer.

Sumber : Wikipedia.

Pengaruh Musik Pada Anak

Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".
Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.
"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday.
Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.
Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi".