Pengaruh pembelajaran e-learning terhadap mahasiswa memiliki keuntungan dan juga kerugian.
Istilah e-learning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi e-Learning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya :
Darin E. Hartley yang menyatakan :
"e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain."
LearnFrame.Com dalam Glossary of e-Learning Terms menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa :
"e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone."
Matthew Comerchero dalam E-Learning Concepts and Techniques mendefinisikan :
"E-learning adalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi. Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dari terminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapat mengakses jaringan atau Internet."
Dari definisi-definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning.
Keuntungan yang dapat diperoleh mahasiswa contohnya metode ini dapat dilakukan kapan saja (sampai waktu yang ditentukan) dan dimana saja.
Keuntungan lain, metode ini efisien dan efektif, karena hemat waktu dan tenaga, mahasiswa tidak perlu ke kampus untuk belajar, jadwal kuliah fleksibel karena jadwal kuliah tidak dibakukan dan dapat meminimalisir mahasiswa mengantuk atau bosan ketika mengikuti kuliah.
Bila mahasiswa diberi tugas oleh dosen, mahasiswa bisa langsung mencari jawaban dengan browsing di internet.
Selain itu, metode ini dapat menghemat biaya yang dikeluarkan mahasiswa, bila semua dosen di universitas menggunakan metode ini, maka mahasiswa tidak perlu membayar biaya perkuliahan dalam jumlah besar. Mahasiswa tidak perlu mengeluarkan uang untuk browsing internet karena sebagian besar universitasnya menyediakan fasilitas hot spot (wi fi zone).
Mahasiswa harus aktif dalam metode pembelajaran e-learning karena dosen hanya bertindak sebagai pengarah, mediator, motivator, dan fasilitator.
Secara tidak langsung metode pembelajaran ini mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi sahingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga supaya tidak gaptek (gagap teknologi). Mengingat di zaman yang maju dan modern seperti ini penguasaan teknologi sangat dibutuhkan.
Dan yang terakhir, penggunaan kertas yang digunakan untuk mencatat atau mengerjakan tugas sangat minim sehingga dapat membantu mencegah perluasan atau percepatan global warming. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kertas terbuat dari bahan dasar pohon, padahal pohon merupakan “peredam” global warming.
Kerugian yang ditimbulkan dari penggunaan metode e-learning bagi mahasiswa antara lain, tidak semua mata kuliah menuntut mahasiswa harus aktif sepenuhnya, seperti mata kuliah kalkulus, statistik, akuntansi, fisika atau mata kuliah kantitatif lainnya yang memerlukan bimbingan dari dosennya langsung.
Metode ini membuat mahasiswa menjadi malas karena semuanya serba instant.
Penggunaan teknologi internet dalam proses belajar mengajar membuat mahasiswa semakin jauh dari buku, padahal bagaimanapun juga buku adalah jendela dunia.
Pertanggungjawaban dari pelajaran yang diajarkan melalui metode e-learning sulit dibuktikan karena pembelajaran tersebut berada di dunia maya, dimana didunia ini semua bisa dimanipulasi dengan mudah.
Kurangnya atau minimnya tatap muka antara dosen dan mahasiswa membuat komunikasi diantara keduanya kurang, padahal saat ini komunukasi langsung sangat diperlukan.
Terkadang mahasiswa sama sekali tidak tahu siapa dosennya sehingga mahasiswa kurang hormat terhadap dosennya.
Dan yang terakhir, mahasiswa tidak sedikit yang menyepelekan metode e-learning, dengan menganggap santai dan menunda-nunda dalam mengerjakan tugas, mahasiswa sering telat untuk mengirim jawaban sehingga menyebabkan nilai tidak maksimal atau mungkin tidak mendapat nilai.
sumber : Pengaruh pembelajaran e-learning pada mahasiswa
http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=25%3Aindustri&id=227%3Ae-learning&option=com_content&Itemid=15