Selasa, 20 Maret 2012

BEHAVIOR THERAPY

• Penerapan berbagai macam/teknik modifikasi perilaku untuk treatmen terhadap masalah-masalah klinis, yang didasarkan pada teori belajar (behaviorism)
• Ciri Behavior Therapy (BT) :
menekankan pada tingkah laku yang dapat didefinisikan secara operasional, dapat diamati (observable) dan diukur (measurable)
perlu pengamatan yang cermat terhadap tingkah laku klien
▫ Ada kecermatan dalam menguraikan tujuan treatment ---> spesifik
▫ Perumusan prosedur treatment yang spesifik sesuai masalahnya ---> memilih teknik yang paling sesuai untuk mencapai tujuan
▫ Penafsiran secara objektif tentang hasil terapi ---> keberhasilan dapat dievaluasi

• Tujuan Umum :
Menciptakan kondisi baru bagi proses belajar
semua perilaku adalah hasil dari
proses belajar

• Tujuan khusus :
▫ memperoleh perilaku baru yang adaptif
▫ membuang perilaku yang tidak adaptif
▫ memperkuat & mempertahankan perilaku yang diinginkan

Fungsi & peran terapis
• Trainer --- (melatih klien dengan menerapkan metode2/treatment tertentu), guru, pengarah & ahli dalam diagnosis tingkah laku maladaptif, ahli dalam menentukan prosedur-prosedur penyembuhan yang diharapkan, mengarahkan klien pada perilaku baru yang lebih adaptif
• menuntut adanya skill dari terapis, sensitivitas, & ketajaman dlm analisis klinis

Faktor utama dalam terapi : motivasi klien.
▫ Klien juga aktif dalam pemilihan/penentuan tujuan,
▫ Kesediaan untuk mengerjakan tugas2 yang diberikan, bersedia bekerjasama dalam melakukan aktivitas terapeutik
▫ Ketidakmauan untuk berubah, kurangnya motivasi, tidak ada kerjasama ---> kegagalan treatmen pada behavior therapy.
• The therapeutic relationship
pentingnya hubungan terapeutikbaik dari pasien maupun terapis

ASSESSMENT & IDENTIFIKASI MASALAH
Metode antara lain :
• interview – 5w + 1H
• self report – pikiran, fantasi, perasaan
• guided imagery – klien membayangkan suatu situasi/peristiwa & menceritakan pikiran2 yang muncul ---> diketahui reaksi klien terhadap suatu situasi/menghadapi problematic life situation
• Roleplaying – roleplay a situation
• Physiologycal Recording
• Monitoring psychophysiological reaction
• self monitoring
• mencatat keseharian – situasi2 & reaksi psikologis
• behavioral observation (da prosedur yang baku, bisa melatih orang tua, guru, perawat dsb
• angket dan tes psikologi

TEKNIK-TEKNIK TERAPI
• Classical Conditioning
• Operant Conditioning
• Modelling
CLASSICAL CONDITIONING
• percobaan ?
• konsep-konsep : extinction, generalization, discrimination,
Desensitisasi Sistematik
• untuk menghapus tingkah laku yang diperkuat secara negatif
• menyertakan pemunculan tingkah laku / respon yg berlawanan dg tingkah laku yg akan dihapus
• penggantian stimulus -> stimulus penghasil kecemasan dilemahkan -> gejala kecemasan dikendalikan & dihapus
• melibatkan teknik relaksasi
• mengembangkan respon fisiologis yang bertentangan dengan kecemasan, yang secara sistematis diasosiasikan dengan aspek2 dari situasi yang mengancam
• urutan :
Menyusun hirarki kecemasan/ketakutan
▫ Menyusun daftar yang bertingkat mengenai situasi2 yang kemunculannya akan meningkatkan taraf kecemasan / penghindaran & membuat kartu situasi
Latihan relaksasi
• relaksasi otot : latihan kontraksi & pengenduran otot-otot yang berbeda -> santai/tenang
• memikirkan/membayangkan situasi2 yg membuat tenang/damai
Proses desensitisasi
• Mempraktekan, dimulai dari kecemasan pada taraf paling rendah --- membayangkan – cemas/tegang - relaksasi.
• dibantu oleh terapis, dicoba praktek sendiri

• Ada 3 penyebab kegagalan (Wolpe):
kesulitan dalam relaksasi (komunikasi K-T, hambatan pada diri klien)
tingkatan tidak “pas” – penanganan tingkatan juga keliru
ketidakmemadaian dlm membayangkan
• Desensitisasi dapat dilaksanakan dengan cara :
• Imaginery /imaginal : membayangkan
• in vivo : diperlihatkan / dihadapkan pada stimulus yang sesungguhnya