Rabu, 27 Juni 2012

Kasus Terapi Perilaku

Contoh Kasus Behaviour Therapy (Terapi Perilaku) Contoh kasusnya: Albert Einsten yang dikenal sebagai ahli/penemu, dengan kekurangannya dia berhasil menemukan teori relativitas yang belum tentu bisa dilakukan oleh orang normal. Disini dia memiliki potensi yang tertutupi dan tidak diketahui oleh orang lain. Ternyata dibalik itu, dia memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang normal biasanya. Terapi perilaku, berupaya untuk melakukan perubahan pada anak autistik dalam arti perilaku yang berlebihan dikurangi dan perilaku yang berkekurangan (belum ada) ditambahkan. Dalam terapi perilaku, fokus penanganan terletak pada pemberian reinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai instruksi yang diberikan. Tidak ada hukuman (punishment) dalam terapi ini, akan tetapi bila anak berespons negatif (salah/tidak tepat) atau tidak berespons sama sekali maka ia tidak mendapatkan reinforcement positif yang ia sukai tersebut. Perlakuan ini diharapkan meningkatkan kemungkinan anak untuk berespons positif dan mengurangi kemungkinan ia berespons negatif (atau tidak berespons) terhadap instruksi yang diberikan. Untuk menjadikan anak autis menjadi orang yang luar biasa, kita hanya perlu memberikan kasih sayang dan terapi autisme agar anak bisa berkembang dengan baik. Seperti yang telah kita ketahui, anak autis biasanya mempunyai masalah dengan perilaku dan interaksi dengan orang lain (komunikasi). Sehingga ketika kita ingin memberikan terapi autisme pada anak kita bisa mengacu pada dua hal tersebut. http://jonbares.wordpress.com/2012/04/17/kasus-terapi-perilaku/